Saturday, October 15, 2016

Konfigurasi Openstack Controller Node - ID-Networkers

 
 https://keithtenzer.files.wordpress.com/2015/01/openstack_multinode_2_architecture.jpg
 
 
 untuk ram pc laptop yang lebih dari 8 giga bisa mengkonfigurasi secara langsung di satu pc, sedangkan untuk yang ram pc nya 4 giga bisa mengkonfigurasi dengan menggunakan laptop lebih dari satu (kelompok). untuk pembagiaannya nanti laptop 1 bertindak sebagai controller, laptop dua sebagai compute, laptop 3 sebagai sinder, dan laptop ke 4 nanti sebagai swift.



 langkah-langkah yang harus kita persiapkan sebagai berikut :
A. install ubuntu server menggunaka mesin virtual (keempat laptop sama-sama membuat   vm baru), dengan kapasitas ramnya bisa di kasih 2 gb, dan untuk hardisknya 50 gb
B. konfigurasi di pc yang diguanakan sebagai controller :
 1. konfigurasi jaringan : 
    • # nano /etc/network/interfaces


2. kemudian konfigurasi di bagian host nya
    • # nano /etc/hosts




3.  kemudian cek di bagian hostname
    • #nano /etc/hostname




4. setelah ketiga konfigurasi telah selesai di lakukan, langkah selanjutnya adalah mereboot OS linux Ubuntu kita  (vm controller kita)
    • # reboot
5. jika sudah tambahkan repository Openstack Liberty :  

    •  # apt-get install software-properties-common 

    •  # add-apt-repository cloud-archive:liberty

6. Setelah ditambahkan repository lakukan update dan upgrade package, jika sudah reboot kembali 
    • # apt-get update && apt-get dist-upgrade
7. Setelah itu install openstack client dan chrony sebagai NTP server, tujuan diinstallnya NTP ini yaitu agar node controller dengan node yang lain itu sinkron dalam melakukan fungsi nya
    • # apt-get install python-openstackclient chrony

8. Lakukan konfigurasi NTP dengan mengedit file chrony.conf kemudian simpan
    • # nano /etc/chrony/chrony.conf


9. kemudian restart chrony
    • # /etc/init.d/chrony restart

10. setelah itu cek hasil dari konfigurasinya :
    • # chrony sources
 

  11. Selanjutnya install mariadb server, pada saat instalasi akan muncul kotak dialog untuk mengisikan password admin database isikan saja dengan password database anda
    •  # apt-get install mariadb-server python-pymysql



12.Copy file my.cnf dan taruh di folder /etc/mysql/conf.d/mysqld_openstack.cnf
    •  # cd /etc/mysql 
    • # cp my.cnf conf.d/mysqld_openstack.cnf 
    • # nano conf.d/mysqld_openstack.cnf





Membuat CT Contrainer di PROMOX VE -ID-Networkers




 

Asslamu'alaiku wr.wb
Kali ini sya akan menshare cra membuat CT contrainer itu... containernyaaaa..............
beberapa kaliii.... karena ....karenaaa... e karenaaaa........ keterbatasan resour / (hardwere sya)
sya hanya bisa.. mengikuti lagii lah...di blog mas #Alan paling juooosss ini. routecloud.net master posting at the idn training virtualisation,dan blum bisa praktek sendiri,,,,, 

LXC (Linux Containers) adalah metode virtualisasi level sistem operasi untuk menjalankan beberapa sistem linux terisolasi (kontainer) pada host kontrol mengunakan kernel linux tunggal. (wikipedia)
pada dasarnya menerapkan CT (container) pada proxmox hampir sama dengan membuat VM, namun ada beberapa perbedaannya.
untuk memulai membuat CT pada proxmox (pilih local (pve) -> templates)




kemudian nanti akan muncul banyak template untuk siap didownload




kalau pada templates ini sudah cukup lengkap os yang siap digunakan, namun harus mendownload satu per satu.
cara yang kedua kita bisa mengunakan fitur upload misalnya kita ingin mengupload suatu template yang sudah di download sebelumnya


setelah itu nanti kita pilih container template, kemudian pilih template yang akan diupload




 kemudian tunggu beberapa detik untuk mengupload file template

ini adalah file template container yang sudah diupload dengan sistem operasi ubuntu 14.04


setelah itu kita mulai membuat CT (Container)

 

pada tab general, hampir sama dengan VM, bedanya hanya pada password dan confirm password, setelah itu next


pada tab template, kita bisa memilih template container yang sudah kita upload, sebelumnya

pada tab root disk, memilih storage dan kapasitas disk yang akan digunakan untuk container

setelah itu pada tab CPU pilih limit cpu dan cpu unitnya

kemudian pilih kapasitas ram yang mau dipakai pada containernya


pada tab network, kita bisa mensetting nama interface, bridge dan memberikan ip secara static atau dinamis.

kemudian pada tab DNS masukan dns domain dan dns servernya

pada tab confrim ini, berisi informasi semua tentang container yang sudah kita create.
setelah itu kita bisa jalankan container yang sudah kita buat

klik kanan pada kontainer, kemudian start

melihat display container dengan menekan tombol console


kita sudah bisa menjalankan containernya. tapi belum bisa internetan karena belum saya setting untuk koneksi internetnya
jadi perbedaan kontainer sama vm cukup jauh. yaitu kalo vm kita harus install dari awal, seperti install biasa di host. tapi kalo container adalah bentuk image yang sudah siap kita pakai tanpa install dari awal.



 Sekian dari saya semoga bermaanfaat untuk kalian semua......

salam sukses untuk mas #Alan istimewa... routecloud.net  

Wasslamu'alaikum wr.wb